Lintasan Sejarah Negara Prancis dan Napoleon Bonaparte

Assalamualaikum Wr Wb


Noted ; 

If you a Stranger you can change the language by download add – ons Google Translate & Switch it to your language


Hallo Kawan – kawan, disini saya akan share Sejarah tentang Pahlawan dari Negara Prancis, siapa sih yang ngga tau Negara satu ini, Oke sebelum menjelaskan sang Pahlawan dari Prancis ini, Saya akan menjelaskan sekilas tentang Negara Prancis ini.

Republik Prancis atau Prancis adalah sebuah negara yang teritori metropolitan – nya terletak di Eropa Barat dan juga memiliki berbagai pulau dan teritori seberang laut yang terletak di benua lain, Prancis berbatasan dengan beberapa negara diantaranya BelgiaLuksemburg, Jerman, Swiss, Italia, Monako, Andorra dan Spanyol

Terkait dengan nama Prancis, Nama “France” berasal dari Francia Latin yang berarti tanah bangsa Frank atau “Frankland“. Terdapat 2 teori tentang nama Frank. Salah satunya berasal dari Proto Jermanik frankon yang diartikan sebagai javelin / lance karena kapak lempar Frank yang dikenal dengan Francisca, Etimologi lainnya yaitu bahwa dalam bahasa Jermanik kuno, “Frank” berarti bebas yang merujuk kepada budak, kata ini masih digunakan sebagai penerjemahan “Frank” dan nama mata uang lokal, hingga penggunaan Euro pada tahun 2000 – an.
Napoleon Bonaparte (1769 – 1821)

Napoleon bonaparte dengan nama lahir “Napoleolene di Buonaparte” pada 15 agustus 1769 dari pasangan Charles bonaparte dan Maria Letizia ramonilo Bonaparte di Korsika. Saat itu Korsika baru setahun jadi wilayah Prancis, dulunya wilayah Genoa dan dibeli raja Prancis Louis XV, wajar jika warga disana lebih kental dengan dialek Korsika/Italia, ayahnya Charles seorang hakim di Korsika, Letizia melahirkan 13 anak namun hanya 8 yang bertahan hidup, keluarga besar Bonaparte bukan keluarga kaya namun sederhana tapi bahagia, Napoleon kecil biasa dipanggil “Rabouleone” alias bocah kecil yg tak bisa diam namun saat kanak2 bakat aritmatikanya mulai tumbuh dan terus berkembang jadi anak jenius & kutu buku, dia tidak suka kegiatan di luar ruangan sehingga kulitnya pucat karena jarang terkena sinar matahari tapi lebih suka membaca buku seharian membiarkan Joseph kakaknya bermain sendiri, Napoleon pun dikirim ke sekolah militer berasrama di Brienne tenggara Paris saat berumur 10 tahun untuk mengurangi beban hidup keluarga.

Brienne adalah sekolah militer yg bagus banyak anak – anak pembesar dan perwira Prancis bersekolah disana namun, Napoleon merasa terasing tidak punya teman tubuhnya lebih kecil dari teman – teman nya berkulit pucat dan berlogat Korsika membuat ia dibully habis – habisan oleh teman – teman nya bahkan pernah dibiarkan tenggelam saat berenang di sungai oleh teman – teman nya, sebagai pelarian ia membaca buku di perpustakaan dan belajar dari aritmatika, bahasa prancis dan latin hingga ia lulus dengan nilai terbaik .Pada usia 14 tahun lulus dari Brienne. Napoleon mendaftar di akademi militer Prancis Ecole Millitaire walau belum cukup umur (batas minimal umur 17 thn) tahun 1784, hanya 5 taruna lulusan Brienne yg diterima masuk Ecole millitaire, Napoleon salah satunya dengan tinggi badan 1,68 cm cukup pendek untuk ukuran eropa maka wajar jika panggilan nya adalah “Le petit Caporal” atau kopral kecil tahun 1785. Sang Ayah Charles meninggal dunia ini melecut Napoleon untuk segera lulus dan menjadi kepala keluarga menggantikan Joseph kakaknya, Napoleon lulus dengan nilai matematika terbaik di angkatanya dia dilantik sebagai letnan dua dan karena pintar matematika ia ditugaskan di resimen arteleri “La fere“. (Saat itu korp arteleri, zeni dan angkatan laut adalah korp elit karena dibutuhkan skill akademik mumpuni sedang infantri kurang disukai karena banyak diisi orang – orang golongan petani & rakyat jelata) , Letda Napoleon adalah perwira yg kharismatis & punya jiwa kepemimpinan hebat, tercatat saat jadi komandan pleton dia pernah memadamkan pemberontakan di Korsika kampung halamanya tanpa menembakan satu butir peluru, Napoleon walau seorang perwira tapi sering mengawaki sendiri meriam – meriam nya, bila anak buahnya terluka, ia mengisi meriamnya dengan bola besi, mendorongnya dengan batang besi dan menyundut bubuk mesiunya hingga wajahnya hitam legam terkena jelaga, namun dia tetap sosok pendiam yg tidak dilirik gadis – gadis saat pesta dansa karena dinilai kurang menarik, Napoleon kelak menjadi pemimpin tertinggi membawahi jendral top macam Marsekal Ney, Davout, Fouches, Murat ,dll. Napoleon memimpin langsung pasukan Prancis dalam kampanye militer di penjuru eropa hingga mesir, dia adalah sosok panglima perang populer dekat dengan para prajurit, Napoleon lebih suka memakai mantel abu – abu yang kena noda lumpur sementara para Marsekalnya memakai jubah kebesaran dgn tanda jasa , Napoleon lebih suka tidur di rerumputan bila sudah lelah tak peduli sedang dalam pertempuran berkecamuk hingga sempat terkena shrapnell/ pecahan tembakan arteleri, saat makan pun ia tak canggung bergabung dengan prajurit rendahan makan sosis, kentang bakar ,roti basi dan minum anggur murah bersama atau memetik buah bery liar dan langsung memakanya dan Napoleon pun sering menanyakan kabar keluarga mereka, tak heran “Le grand armee” dan satuan pengawalnya “Le Royal guard“, akan mengikuti kemanapun Napoleon pergi hingga ajal menjemput, kata – kata terakhir yang diteriakan mereka adalah Vive Napoleon,Vive Le France!.

Mungkin itu Artikel yang dapat saya buat, semoga dapat membuka pikiran orang Indonesia dalam dunia sejarah, karena ada pepatah mengatakan ;

“Barangsiapa tidak belajar dari sejarah, maka sejarah akan mengajarkannya kembali

Maka dari itu kita harus belajar tentang sejarah, termasuk Sejarah Negeri kita sendiri, Mungkin itu saja, mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan, jika ada pertanyaan silakan tanyakan di kolom komentar, Dukung terus Website saya supaya saya bisa lebih semangat membuat suatu artikel yang bermanfaat bagi kalian semua, Terima Kasih~


Wassalamualaikum Wr Wb

Satu pemikiran pada “Lintasan Sejarah Negara Prancis dan Napoleon Bonaparte”

  1. Di mata Perancis, Napoleon adalah pahlawan apalagi selama dia berkuasa sebagai kaisar, tentara Perancis hampir menakluksn seluruh Eropa Barat kalau saja Inggris cs dan Rusia tidak mengalahkannya.

    Era Napoleon, Sultan Selim III baru sadar bahwa militer Ottoman sudah lemah dan persenjataannya kalah jauh setelah Mesir dan Lebanon bisa diduduki tentara Perancis.

    Balas

Tinggalkan komentar